Login With Facebook

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.
Tampilkan postingan dengan label ada apa dengan puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ada apa dengan puisi. Tampilkan semua postingan

RESAH YANG KU TULIS



Hati yang tak berucap
bibir tak bersuara tanpa tanda darimu
Dan sekujur tubuh kaku; lunglai
                Begitu pula denyut nadi meleleh terbakar duka
                               
Kata-kata yang kugenggam
Tersulut gerah pada didih darah yang berarak
Renungan yang kusulam
Tercecer bersama tangis di pusara hati yang teriris
                Dan raga mendidih:
getir meneguk resah yang tertulis

Barangkali hari ini bukan milikku
Hari ini adalah harapan yang tertunda
Demi secuil senyum darimu
Yang sebenarnya tak pernah nyata mampu ku baca

Nuansa hati:
                Melukis setiap resah didinding harap
                Menulis setiap resah dilembaran nalar
  

Haris Nrs.
Bogor, 2008

ARTI CINTA



JANGAN tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah.
Semoga kamu menemukan orang seperti itu.

ADA saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat merindukan seseorang sehingga ingin hati menjemputnya dari alam mimpi dan memeluknya dalam alam nyata.
Semoga kamu memimpikan orang seperti itu.

BERMIMPILAH tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi. Jadilah seperti yang kamu inginkan, Karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.

SEMOGA kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatmu baik hati, cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat, kesedihan yang cukup untuk membuatmu manusiawi, pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia dan uang yang cukup untuk membeli hadiah-hadiah.

KETIKA satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi acap kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.

SAHABAT terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun , dan kemudian kami meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya.

SUNGGUH benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita miliki sampai kita kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya.

PANDANGLAH segala sesuatu dari kacamata orang lain. Apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hati orang lain pula.

KATA-KATA yang diucapkan sembarangan dapat menyulut perselisihan. Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan. Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan. Kata-kata yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkahi.

                AWAL dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dia.

                ORANG-ORANG yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.

MUNGKIN Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas karunia itu.

HANYA diperlukan waktu semenit untuk menaksir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang, tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.

KEBAHAGIAAN tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka.

CINTA adalah jika kamu kehilangan rasa, gairah, romantika dan masih tetap perduli padanya.

HAL yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu dan mendapati pada akhirnya bahwa tidak demikian adanya dan kamu harus melepaskannya.

CINTA dimulai dengan sebuah senyuman, bertumbuh dengan sebuah ciuman dan berakhir dengan tetesan air mata.

CINTA datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah dikhianati, kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah disakiti hatinya.

SUNGGUH menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan tidak pernah memiliki keberanian untuk mengutarakan cintamu kepadanya.

MASA depan yang cerah selalu tergantung pada masa lalu yang dilupakan. Kamu tidak dapat hidup terus dengan baik jika kamu tidak melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu.
JANGAN pernah mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba, jangan pernah menyerah jika kamu masih merasa sanggup, jangan pernah mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

MEMBERIKAN seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu. Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh di hatimu.

ADA hal-hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu dengar dari orang yang kamu harapkan untuk mengatakannya. Namun demikian, janganlah menulikan telinga untuk mendengar dari orang yang mengatakannya dengan sepenuh hati.

WAKTU kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang di sekelilingmu tersenyum. Jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang di sekelilingmu menangis.


Haris Nrs.
Bandung-Sukabumi, 2008

BERSEDIAKAH ANDA?


Islam menekankan bahawa kesedaran dan persediaan seseorang bagi alam akhirat itulah yang menentukan kebijaksanaannya.

            “Orang yang benar-benar bijak ialah yang berjaya mengawal nafsunya dan bersedia untuk kehidupan setelah kematian.”

Ada sebuah kisah mengenai Bahlul, seorang yang bersifat sederhana sehingga dipandang remeh oleh masyarakat.  Khalifah Harun al-Rasyid memberi kelonggaran kepadanya untuk masuk ke istana, barangkali kerana sikap Bahlul yang pandir itu menjadi hiburannya.  Pada suatu hari, Khalifah memberi Bahlul sebatang tongkat seraya berkata, “Tongkat ini ialah untuk orang yang paling bodoh di dunia.  Kalau kamu menjumpai seorang yang lebih berhak memilikinya daripada diri kamu, serahkanlah tongkat itu kepadanya.”  Beberapa tahun kemudian, Khalifah jatuh sakit sehinggakan tiada ubat yang dapat menyembuhkannya.  Bahlul menziarahi beliau dan menanyakan akan keadaannya.  Beginilah lebih kurang perbualan mereka:

Harun  :  Tiada penawar yang dapat memulihkanku.  Aku sudah terbayangkan jalan penghabisan yang terbentang di hadapan.
Bahlul  :  Kemana Tuan akan pergi?
Harun  :  Aku akan melangkah ke Dunia Lain.
Bahlul  :  Berapa lamakah Tuan akan tinggal di sana? Bilakah Tuan akan pulang?
Harun  :  Tiada sesiapa pun yang akan pulang dari Dunia itu.
Bahlul  :  Kalau begitu, tentu Tuan sudah membuat persiapan awal.  Apakah Tuan sudah mengirimkan pasukan pengawal yang akan menjaga Tuan di sana?
Harun  :  Bahlul, kita perlu ke sana bersendirian. Dan tidak, aku tidak membuat sebarang persiapan.
Bahlul  :  Amir-ul-Mu’minin! Tuan selalunya mengerahkan askar untuk membuat persiapan teliti untuk pengembaraan Tuan ynag hanya beberapa hari lamanya. Sekarang Tuan hendak perggi ke tempat di mana Tuan akan tinggal selamanya sedangkan Tuan belum membuat apa-apa persiapan!  Saya rasa saya telah menjumpai orang yang lebih berhak memiliki tongkat yang pernah Tuan berikan kepada saya beberapa tahun yang lalu.

Kisah ini memberi pengajaran kepada kita semua. Kita mungkin bukan raja tetapi kita juga merancang perjalanan kita yang selama beberapa hari dengan penuh ketelitian. Bagaimana kalau kita turut membuat persiapan lengkap untuk penghijrahan kita ke alam abadi?  Bagaimana kalau kita menjadikan alam akhirat sebagai sandaran perjuangan kita di dunia ini?

Kalau kita benar-benar mengambil berat terhadap kehidupan yang menanti di akhirat, kehidupan kita di dunia ini akan menjadi lebih bermakna.  Dunia ini adalah jerat.  Di dunia, kita tidak dihukum serta-merta apabila melakukan dosa.  Ini membuat kita tidak serik dan lupa bahawa kita tidak dapat lari dari ‘azab Allah SWT.  Mengingati kematian dapat menyelamatkan kita dari perangkap tersebut.  Seseorang yang mengingati bahwa beliau akan bertemu Penciptanya kelak untuk diadili tentu tidak tergamak mendurhakai Tuhan!

Kematian merupakan noktah dalam bicara keduniaan. Mengingati kematian pula dapat menginsafkan kita akan hakikat kehidupan dunia dan akhirat.  Sebelum terlambat.

Hanya orang yang benar-benar bijak sahaja yang berjuang setiap hari dalam hidupnya seolah-olah esok ajalnya akan tiba.

SUKABUMI MASIH PEMIMPI

Kabut-kabut terpeleset
Di atas lantai lapang Merdeka

Bulan pun memandang sebelah mata
Di atas atap gedung Nugraha

Awan-awan bergulung menjerat mimpi-mimpi
Di pojok kaum masjid Agung yang kian sunyi

Sepi malam mengepung belingusan
Di setiap sudut kota Sukabumi yang kelelahan

Aku dan kamu masih tetap sama-sama pengantuk
Yang memimpikan perubahan dan kemajuan


Sukabumi 2008

JANGAN PILIH AKU

Aku rasa bukanlah dirimu
Yang menari di taman hatiku
Walau kau persembahkan bintang kejora
Ku tau itu hanya rayuan belaka

Tak usahlah kau berkeras hati
Memaksa hidup yang tak terpenuhi
Gapailah hati lain yang bersemi
Jangan aku yang telah memiliki


Bandung 2008

SECANGKIR TEH HANGAT BUAT TUHAN

Ku biarkan jiwaku mengalir
Perlahan melewati arus waktu, dalam
Detik demi detik menembus cakrawala. Hingga kealam baqa. Mungkinkah ?...
Ku kenali dunia itu hampa tanpa suara dan
Udara atau bahkan apa pun juga
Hanya ada kebisingan yang tak ku kenali
"Di manakah Kau Tuhan ?" bisik keraguanku
Seraya berpaling pada
Keimana yang terbungkam
Tiba-tiba ada suara laksana firman
Yang menggetarkan isi hatiku
"Tak usah kau mengikuti keraguanmu
Sampai kedunia kesesatan"
Tuhanmu tidak pergi jauh, Ia ada dalam hatimu, jiwamu, dan dalam pribadimu.
Sejenak ku berpikir mungkinkah
Tuhan itu aku ? Ah…menyesatkan.
"Benarkah ?". Bisik keraguanku seraya
Histeris dalam ekstase
"Wahai yang tujuan hidupku hanya pada-Mu
Aku telah pergi jauh sampai keneraka kesesatan
Hanya untuk mencari-Mu
Sampai-sampai perbekalanku habis. Lihatlah !!..
Yang tersisa hanya sepotong roti keimanan
Yang mungkin itu juga sudah basi.
Marilah ke sini, wahai luapan rinduku
Kita bernostalgia menghempaskan rasa rindu


Sambil menikmati sepotong roti dan
Secangkir teh hangat yang kubuat
Dari darah dan dedak-dedak ruhku yang
Mungkin terasa hambar oleh noda dan dosa. Tapi,
biarlah sembahyang dan
istigfar mungkin Akan jadi pelengkapnya".
Tuhan aku ingin bercerita pada-Mu
Jika Kau menganugrahiku umur yang panjang. Maka, aku akan menolaknya
Jika Kau menyediakan satu ruangan di surga
Untuk tempat istriahatku kelak.. Maka,
aku akan tetap menolaknya. Tapi,
jika Engkau memberi tau sesuatu yang
Belum aku ketahui dari-Mu
Maka, itulah tujuanku".

2008

BUKAN KARENA ITU

Ku tertarik bukan karena fisik
Ku suka bukan Karena payu dara
Ku doyan bukan karena kau rupawan
Tapi aku cinta karena kau yang ku puja

Ku melirik tidak karena kau cantik
Ku menoleh tidak karena kau saleh
Ku menghadap tidak akrena kau cakap
Tapi aku memandang karena kau membuatku tenang

Ku terpana bukan kerena kau jelita
Ku terlena bukan karena kau kaya
Ku terpesona bukan karena selera
Tapi ku tergila-gila karena kaulah yang ku cinta

TUHAN KAU BEGITU ASING

Tuhan kenapa kau begitu asing
Bagai sebuah nama yang pernah ku dengar. Tapi,
Tak ku kenal
Adakah semua Kau sembunyikan dariku
Lantaran aku seorang pendosa
Atau aku tak begitu baik mengenal-Mu
Sudahlah aku tak baik berburuk sangka
Engkau adalah Tuhanku sang pemilik raga ini
Hapuskanlah segala dosaku dan
Segera binasakanlah jarak yang memisahkan kita
Hingga satu hari nanti aku sempurna mengenal-Mu


Bandung 2008

KUTULIS UNTUKMU SAHABAT

Angin tua menampar mukaku
Saat ku kunjungi hatimu
Memar merah jiwa ini
Sempoyongan terampun-ampun

Dengan tergopoh-gopoh
Ku titipkan rasa ini
Pada helaian tak berbaris
Barang kali dihari nanti
Engkau sempat membacanya

Bandung 2008

SERPIHAN-SERPIHAN HARAPAN

DIMATAMU TERSIMPAN
SERPIHAN-SERPIHAN HARAPAN

Dalam setiap ku menatapmu
Teronta rasa dalam kalbu
Membujuk jiwa yang membisu
Untuk bilang aku rindu

Dalam setiap ku menatapmu
Tersemikan harapan rindu
Mewangi di lubuk jiwa
Menggelora bangkitkan asa

Walau waktu bergegas pergi
Memisahkan jarak kita berdua
Namun bayangmu selalu lengkap di mata
Menari di atas panggung sunyi

Dalam setiap ku menatapmu
Ku tau aku masih mencintaimu
Dalam setiap kehampaan waktu
Ku tau aku masih merindukanmu


Bandung 2008

Lowongan Pekerjaan "up2u"

oleh Pengurus Pusat Hikmatul Iman pada 10 Juni 2010 jam 13:57

CV.Himatul Iman, Divisi "Up2U" (program kecantikan dan kesehatan). Yang sedang merencanakan pengembangan usahanya di JAKARTA,BOGOR,BEKASI,CILEGON,CIREBON,LAMPUNG,SURABAYA,MALANG,MEDAN dan PEKANBARU MEMBUTUHKAN : therapis (penotok) Pria dan Wanita.
Persyaratan:
(1) Diprioritaskan utk Usia 20 s.d. 25th.
(2) Minimal dasar... 4 (Aspel). LSBD HI
(3) bersedia ditempatkan dimana saja.
(4) berpenampilan Menarik.
(5) dapat berkomunikasi dengan baik.
(6) dapat bekerjasama dalam. mengembangkan usaha. LAMARAN (cv+foto ukuran 4R) di tujukan ke alamat:
Central Management Up2U.
Up. EKA YULIASTUTI
Jl. Rajamantri I No.3 Buahbatu Bandung

Takwa perspektif Haris Nurmansyah, S.Sos.I

Bismillah.....
Dalam keseharian obrolan Orang Tua, Masyarakat, Mahasiswa maupun Pelajar SMU atau SMP. Sering mendengar kata Taqwa, namun banyak hal yeng perlu dijelaskan dengan mudah arti taqwa tersebut. kutipan dari ceramah pada waktu saya diundang reuni keluarga Besar Almarhum Raden Haji Rais Halim 2009, smoga bermanfaat dan dapat di pahami dengan mudah. sbb:




Bapa/Ibu, sering mendengar kata Taqwa dalam pengajian, dalam obrolan,apalagi para remaja SMP atau SMA yang ikut organisasi ROIS atau PRAMUKA terlebih lagi dalam DASA DARMA PRAMUKA butir pertama, tapi apakah kita memahami lebih dalam lagi makna dari taqwa tersebut? 




Dalam kitab Nashaihul Ibad, menerangkan bahwa taqwa adalah Hubbul qolil (cinta Kepada ALLAH SWT), lebih jelasnya mencintai Allah melebihi cinta kepada Rasul dan yang lainnya.
Taqwa terbagi dalam beberapa huruf yaitu Ta, Qof, Wau, dan Ya.
Arti kata:
Ta : Tawadha'u yaitu rendah hati, dalam arti tidak sombong, ujub dan takabur.
Qof : Qona'ah yaitu menerima apa adanya, dalam arti menerima rizki seadanya dan tidak bersifat melebih-lebihkan.
Wau : Wara' yaitu menjaga diri kita dari sesuatu yang haram.
Ya : Yakin yaitu yakin bahwa apa yang kita lakukan itu selalu diawasi oleh Allah. 


Dari kelima huruf itu terlihat jelas bahwa ciri orang yang Taqwa yaitu Tawadha'u, Qona'ah, Wara'i, dan Yakin. baru lah terbentuk Taqwa.


Dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 1 s/d 5 telah jelas menerangkan sifat orang yang bertaqwa.
Allah berfirman:



Alif laam miin.10 (1)
 Kitab11 (Al Quraan) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa,12 (2)
(yaitu) mereka yang beriman13 kepada yang ghaib,14 yang mendirikan shalat,15 dan menafkahkan sebahagian rezki16 yang Kami anugerahkan kepada mereka. (3)
 dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu,17 serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.18 (4)
Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.19
Shadaqallahul'azdhim.

Dalam Surat ini Allah Berfirman " Kitab11 (Al Quraan) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa,12 (2) Terbaca oleh kita pada ayat ke 2 ini kata "Hudan" yaitu Petunjuk dalam kata ini terdapat 2 makna 
1. Ma'rifat.
2. Istiqomah.

1. Ma'rifat Menurut bahasa, kata ma'rifat berarti mengetahui atau mengenal. Pengertian tersebut bisa diperluas lagi menjadi: cara mengetahui atau mengenal Allah melalui tanda-tanda kekuasaan-Nya yang berupa mahluq-mahluq ciptaan-Nya. Sebab dengan hanya memperhatikan tanda-tanda kekuasaan-Nya kita bisa mengetahui akan keberadaan dan kebesaran Alloh SWT. Kita tentu yakin dan faham betul, bahwa tidak ada satu mahluq pun walau sekecil atau sebesar apapun, yang ada dengan sendirinya. Semuanya itu pasti ada yang menciptakan. Dan siapa lagi yang menciptakan segala mahluq tersebut kalau bukan Allah? 

Tanda-tanda tentang adanya Allah sudah jelas terlihat di sekeliling kita. Setiap hari bisa melihat terbitnya matahari dari ufuk timur dan kemudian tenggelam di ufuk barat. Satu sekalipun tidak pernah terbalik. Kita juga bisa melihat betapa indahnya bulan dan begitu gemerlapnya bintang-bintang yang bertaburan di malam hari. Semua itu yang menciptakan dan mengatur peredarannya adalah Allah. Siapa yang tak mengenal Allah lewat tanda-tanda kekuasaan-Nya, ia adalah sebuta-butanya manusia. Bukan buta matanya, akan tetapi buta hatinya.
Adapun cara memperhatikan tanda-tanda kekuasa Alloh yang berupa makhluq-makhluqNya tersebut bukan sekedar dengan mengunakan penglihatan lahir saja. Tetapi harus pula ditunjang dengan penglihatan mata batin(hati) yang jernih dari berbagai macam dosa.
Perhatikan sabda Rosululloh SAW kepada sahabat Abu Dzar:
"Wahai Abu Dzar sembahlah Alloh seakan-akan kamu melihatNya.
Bila kamu tidak melihat Alloh, maka yakinkan (dalam hatimu) bahwa Alloh melihat kamu".

Salah satu tanda bagi orang yang berma'rifat kepada Alloh adalah ia senantiasa bersandar dan berserah diri kepada Alloh semata. Apapun yang telah dan akan terjadi pada dirinya, selalu diterima dengan baik. Apabila ia mendapatkan kenikmatan,ia bersyukur sedang apabila mendapatkan musibah, ia terima cobaan itu dengan sabar.Orang yang demikian ini percaya, bahwa semua itu datangnya dari Alloh untuk kebaikan dirinya.

Menurut Imam Al-Ghozali sebagaimana yang ditulis dalam kitab Ihya 'Ulumudin, disitu disebutkan bahwa ada empat hal yang harus dikenal dan dipelajari oleh seseorang yang berma'rifat kepada Allah. Keempat hal tersebut adalah:
1. Mengenal siapa dirinya.
2. Mengenal siapa 
Tuhannya.
3. Mengenal Dunianya.
4. Mengenal Akheratnya.

sedangkan
2. Istiqomah Pengertian istiqomah adalah berpendirian teguh atas jalan yang lurus, berpegang pada akidah Islam dan melaksanakan syariat dengan teguh, tidak berubah dan berpaling.


Istiqomah dalam berdoa berarti hal yang dilakukan terus menerus dengan penuh ikhlas, penuh pengharapan dan keyakinan akan permohonan yang dipanjatkan kepada Allah, tidak pernah kecewa meskipun doanya belum dikabulkan. Istiqomah diibaratkan mengasah pisau yang sudah berkarat dan pada satu titik pisau itu akan menjadi putih dan tajam. Contoh lain dari istiqomah adalah tetesan air yang menetes terus menerus sampai bisa menembus batu hitam. Amatilah alam, air mengalir, angin berhembus, matahari terbit dari sebelah timur dan tenggelam di ufuk barat dan besuk pagi kembali terbit. Doa yang dilantunkan dengan istiqomah inilah yang bisa menggetarkan arasy dan akhirnya Allah mengabulkan permohonan hamba-Nya itu.
Nah setelah kita tau ma'rifat maka otomatis kita akan ber-isqomah maka itu adalah LILMUTTAQIN (orang yang bertaqwa).
Mungkin dari saya sekian bila ada kekurangan mohon di maafkan. 
Antanan daun antanan,
Antanan daunna bunder,
lakonan geura lakonan,
kalakuan anu bener.
Wassalam.... 
Haris Nurmansyah, S.Sos.I

PETUNJUK MANUSIA

Petunjuk Allah swt untuk ummat manusia telah datang lima belas abad yang lalu. Diterima dari Allah swt dan disebarkan kepada ummat manusia oleh Nabi dan RasulNya yang terakhir. Tidak bakal ada lagi Nabi maupun Rasul yang Allah bakal utus ke muka bumi ini membawa ajaran baru sesudah diwahyukanNya Al-Qur’anul Karim. Itulah sebabnya Allah swt dengan terang dan jelas berfirman bahwa petunjukNya ini bukan hanya ekslusif bagi manusia yang mengaku dirinya muslim, atau kaum yang mengaku dirinya ummat Islam. Tidak..! Samasekali tidak..!!

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ

“Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia.” (QS Al-Baqarah 185)

Inilah ayat yang selalu terdengar oleh kaum muslimin, khususnya di bulan Ramadhan. Jelas dan terang Allah swt menyatakan bahwa Kitabullah Al-Quranul Karim merupakanhudal lin-naas (petunjuk bagi manusia). Allah swt tidak menyatakan bahwa petunjuk tersebut merupakan petunjuk bagi kalangan manusia tertentu, misalnya hanya bagi orang beriman atau ummat Islam atau kaum muttaqin semata. Tidak..! Allah swt berfirman bahwa Kitab Al-Qur’an adalah petunjuk bagi segenap ummat manusia.

Memang, ada ayat yang mengkhususkan hubungan Al-Qur’an dengan kalangan manusia tertentu, yaitu sebagai berikut:

ذَلِكَ الْكِتَابُ لا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ

“Kitab (Al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.”(QS Al-Baqarah 2)

Ayat ini tidak menafikan ayat sebelumnya. Ayat ini menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan petunjuk bagi manusia siapapun dan bagaimanapun keadaan manusia itu. Adapun bagi kaum muttaqin alias mereka yang bertakwa maka Al-Qur’an diperlakukan oleh mereka bukan saja sebagai petunjuk Ilahi, melainkan diikuti tanpa keraguansedikitpun..! Terserah, bila manusia lain menafikan, menolak atau mengingkari Al-Qur’an, namun faktanya ia tetap merupakan petunjuk dari Allah swt bagi segenap manusia yang akan menghilangkan kekhawatiran dan kesedihan hati manusia bila mereka mau mengikuti dan menjadikannya sebagai petunjuk jalan bagi kehidupannya.
Demikian pula sebaliknya, Allah swt mengancam siapa saja yang menolak petunjukNya.

وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (QS Al-Baqarah 39)

Menolak petunjuk Allah swt bisa berupa pengingkaran untuk mengakui bahwa Kitabullah Al-Qur’an merupakan petunjuk otentik dari Allah swt. Orang-orang seperti ini jelas-jelas merupakan kaum yang mendapat label orang-orang yang kafir. Mereka adalah manusia yang setelah diutusnya Nabi Akhir Zaman tidak mau mengimaninya sebagai Nabiyullah, tidak mau mengakui bahwa Al-Qur’an merupakan petunjuk dan Kitabullah terakhir dan tidak bersedia menerima Islam sebagai agama atau dien atau jalan hidup yang benar.

Selain itu, menolak petunjuk Allah swt juga bisa berarti mendustakannya.Tidak mau mengikutinya padahal mengakuinya sebagai petunjuk dan Kitabullah. Mereka bisa jadi dari kalangan di luar Islam tetapi mungkin juga termasuk orang-orang yang mengaku dirinya termasuk kaum muslimin. Bagi mereka yang bukan muslim kita dapat memaklumi kenapa mereka mendustakan petunjuk dan Kitabullah ini. Maklumlah, mereka memang bukan termasuk orang beriman. Inilah orang-orang non-mulsim dari kalangan manusia modern yang berfaham pluralisme. Mereka memandang semua kitab suci agama manapun merupakan kitab suci yang patut dihormati dan diakui sebagai petunjuk dari tuhan. Tetapi jelas mereka tidak bakal bersedia mengikutinya sebagai petunjuk jalan bagi kehidupannya.

Tetapi yang sangat sulit difahami dan banyak menimbulkan masalah ialah mereka yang di satu sisi mengaku muslim namun di sisi lain tidak menjadikan Kitabullah sebagai petunjuk jalan bagi kehidupannya. Mereka mengaku beriman kepada Al-Qur’an sebagai petunjuk dan Kitabullah terakhir. Tetapi mereka tidak kunjung menjadikannya petunjuk jalan bagi segenap urusan kehidupannya di dunia. Mereka cenderung memperlakukannya laksana menu makanan sebuah restoran. Mana yang mereka sukai mereka ambil dan mana yang mereka tidak berselera kepadanya, mereka tinggalkan. Padahal Allah swt di dalam petunjukNya berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS Al-Baqarah 208)

Di dalam ayat di atas Allah swt hanya memberikan dua pilihan. Masuk ke dalam agama Allah secara totalitas, atau hiduplah menuruti langkah-langkah syetan...!! Allah swt menyuruh manusia untuk mengikuti segenap petunjukNya, tanpa pilah-pilih atau -jika tidak- berarti mengikuti musuh Allah swt, yakni syetan..!!

Pengertian mengikuti segenap petunjuk Allah ialah mengelola keseluruhan urusan hidup ini semata-mata berdasarkan bimbingan wahyu. Apapun lini kehidupan yang sedang digeluti, maka jalankanlah sesuai prosedur petunjuk Allah swt. Baik dalam urusanaqidah (keyakinan), syariah (jalan hidup) maupun ibadah (tata-cara penghambaan diri kepada Allah swt).

Di zaman penuh fitnah dewasa ini banyak kaum muslimin yang memandang urusan mengikuti petunjuk Allah swt hanyalah sebatas urusan ibadah semata. Mereka sangat sibuk mempelajari ajaran Islam untuk mengamalkan tata-cara sholatshaum, bayarzakat, pergi haji dan umroh. Untuk berbagai urusan ini mereka sangat serius berusaha mengikuti petunjuk Allah swt. Namun seringkali mereka mengabaikan urusan aqidah. Mereka tidak bersungguh-sungguh mempelajari dan mengamalkan kalimat Tauhid. Bahkan masih banyak kaum muslimin yang tidak sadar bahwa jernih-tidaknya tauhid seseorang berpengaruh kepada diterima-tidaknya berbagai amal-ibadahnya. Padahal di dalam Kitabullah Al-Qur’an sering sekali kita jumpai betapa tidak terpisahkannya urusan amal-sholeh seseorang dengan urusan iman.

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS An-Nahl 97)

Artinya, amal seseorang hanya diperhitungkan Allah swt bila dilandasi iman atau aqidah yang benar. Bila tidak, maka amalnya menjadi sia-sia belaka..!

قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالأخْسَرِينَ أَعْمَالا الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا أُولَئِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ وَلِقَائِهِ فَحَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَلا نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَزْنًا

Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?" Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Rabb mereka dan (kafir terhadap) perjumpaan dengan Dia. Maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat.(QS Al-Kahfi 103-105)

Betapa masih banyaknya manusia yang mengaku muslim namun tidak peduli dengan urusan aqidah. Mereka kemudian terjatuh ke dalam lembah kemusyrikan, takhayul,khurafatbid’ah dan aneka bentuk ketergantungan kepada selain Allah swt. Mereka sibuk melakukan berbagai bentuk ibadah, namun tidak pernah merenungi apakah imannya telah benar, kokoh dan murni. Mereka sibuk membenahi diri menjadi orang berakhlak mulia, bermoral dan santun, tetapi mereka tidak sadar bahwa cacatnya pemahaman Tauhid menyebabkan tidak bernilainya di mata Allah swt segenap kebaikan dan kesantunannya tersebut.

وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَعْمَالُهُمْ كَسَرَابٍ بِقِيعَةٍ يَحْسَبُهُ الظَّمْآنُ مَاءً حَتَّى إِذَا جَاءَهُ لَمْ يَجِدْهُ شَيْئًا
“Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apa pun.” (QS An-Nur 39)

Di zaman penuh fitnah dewasa ini banyak kaum muslimin yang memandang urusan mengikuti petunjuk Allah swt hanyalah sebatas urusan ibadah semata. Mereka tidak menjadikan urusan syariah sebagai perhatian dalam hidupnya. Padahal urusan ini menyangkut mayoritas waktu dalam kehidupannya. Sebab urusan syariah atau jalan hidup meliputi begitu banyak dimensi kehidupan. Dan petunjuk Allah swt mencakup bagaimana sepatutnya manusia mengelola berbagai urusan kehidupannya. Apakah itu menyangkut urusan pribadi, keluarga, masyarakat maupun negara bahkan penataan urusan pada skala global-dunia. Banyak muslim modern menyangka bahwa karena dewasa ini yang disebut sebagai masyarakat dan negara maju adalah barat, maka mereka mengelola berbagai urusan ini dengan cara mengekor kepada mereka. Akhirnya muncullah berbagai bentuk penataan kehidupan, baik dalam sekali pribadi, keluarga maupun masyarakat dan negara yang mengikuti petunjuk barat bukan petunjuk Allah swt.


Akhirnya kita menyaksikan bagaimana tata kehidupan dalam aspek politik, ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, hukum, olahraga, kesenian, teknologi dan sains, militer dan pertahanan keamanan dikelola mengekor dan copy-paste sepenuhnya kepada perdaban dunia barat. Yang mana inti dari peradaban barat ialah mendustakan ayat-ayat Allah dan merasa sombong dan bangga diri akan kehebatan manusia yang tidak perlu bergantung kepada Allah swt dan petunjukNya. Inilah peradaban dunia yang tidak mengikuti petunjuk Allah swt..! Padahal masyarakat barat merupakan masyarakat kaum Yahudi dan Nasrani yang mana Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam telah peringatkan kita agar jangan mengekor kepada mereka...!

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِي جُحْرِ ضَبٍّ لَاتَّبَعْتُمُوهُمْ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ
آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sungguh, kalian benar-benar akan mengikuti tradisi/kebiasaan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga sekiranya mereka masuk ke dalam lubang biawak-pun kalian pasti akan mengikuti mereka." Kami bertanya; "Wahai Rasulullah, apakah mereka itu kaum Yahudi dan Nasrani?" Beliau menjawab: "Siapa lagi kalau bukan mereka."(MUSLIM - 4822)

Bukan rahasia lagi bahwa masyarakat barat merupakan kaum Yahudi dan Nasrani. Mereka mewujudkan sebuah Judeo-Christian Civilization (peradaban Yahudi-Nasrani).Sungguh ironis menyaksikan bagaimana satu setengah miliar lebih kaum muslimin sedunia bisa menjadi korban sebuah peradaban yang terputus dari petunjuk Allah. Bagaimana mungkin suatu ummat yang memiliki Kitabullah Al-Qur’an yang Allah jamin kebenaran dan keasliannya dapat diarahkan oleh ummat-ummat yang Kitab Sucinya –yakni Taurat dan Injil- telah mengalami kontaminasi dan manipulasi di sana-sini? Bagaimana mungkin suatu ummat yang Allah telah peringatkan akan bahaya kebanyakan kaum Yahudi dan Nasrani, namun masih saja bersangka-baik kepada mereka? Menjadikan mereka sebagai konsultan dan tempat bertanya dalam berbagai perkara kehidupan?

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ
”Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.” (QS Al-Baqarah 120)

Sungguh, kondisi dunia dewasa ini sedang diselimuti badai fitnah, sehingga kita menyaksikan begitu banyaknya kaum muslimin yang tidak bersikap kritis terhadap realitas dunia yang berjalan di luar koridor petunjuk Allah swt. Padahal hakikat berada di atas shirathal mustaqiim (jalan yang lurus) ialah tatkala segenap urusan dalam hidup berjalan mengikuti petunjuk Allah swt, baik dalam perkaraaqidahsyariah maupun ibadah. Inilah maksud ungkapan Allah swt di bawah ini:

قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

Katakanlah: Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama muslim (menyerahkan diri kepada Allah)". (QS Al-An’aam 162)

Petunjuk Allah swt yang terakhir bagi ummat manusia telah datang sejak lima belas abad yang lalu. Tidakkah sepantasnya kita yang mengaku kaum muslimin, mukminin dan muttaqiin berdiri di barisan terdepan membimbing segenap manusia lainnya untuk turut hidup bersama di bawah naungan petunjuk Allah swt tersebut? Meninggalkan peradaban palsu (baca: peradaban kafir) dunia modern ini untuk menggantikannya dengan peradaban mengikuti Petunjuk Allah swt?

Bagaimana hal itu akan terjadi, bila kita begitu mudah terprovokasi dan menjadi marah menyaksikan kaum kafir barat membakar fisik Kitabullah Al-Qur’an sedangkan kita tidak sedikitpun merasa terganggu padahal sudah hampir seabad ummat Islam di berbagai negeri muslim mengelola kehidupannya mengikuti petunjuk kaum kafir barat tersebut dan mengabaikan bahkan mendustakan Petunjuk Allah swt..?! Masihkah kita harus heran dan tercengang serta bertanya mengapa kekhawatiran dan kesedihan hati masih saja mewarnai kehidupan banyak manusia modern dewasa ini, bukan saja mereka yang jelas-jelas kafir, tetapi banyak di antaranya adalah saudara-saudara kita kaum muslimin..?? Laa haula wa laa quwwata illa billah..