Login With Facebook

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

Pantun Pembuka



Anak Bilah ujung kuala
Beras ketan jerami bukan
Dengan Bismillah kata bermula
Pantun kesehatan kami tuliskan

Beras ketan jerami bukan
Atas beranda  sarang tekukur
Pantun kesehatan kami tuliskan
Sebagai tanda cara bersyukur

Atas beranda sarang tekukur
Diikat erat ujung berkait
Sebagai tanda cara bersyukur
Jaga sehat sebelum sakit.


Di ikat erat ujung berkait
Angkut jala dengan sekuter
Jaga sehat sebelum sakit
Timbul gejala langsung ke dokter

Angkut jala dengan sekuter
Beserta pala juga sukun
Timbul gejala langsung ke dokter
Jangan pula pergi ke dukun

Beserta pala juga sukun
Bawa sukun tidaklah payah
Jangan pula pergi ke dukun
Sebab dukun tidak ilmiah

Bawa sukun tidaklah payah
Asal yakin kita lakukan
Sebab dukun tidak ilmiah
Tak mungkin bisa meyembuhkan


Asal yakin kita lakukan
Niat di hati itulah bekal
Tak mungkin bisa menyembuhkan
Obat diberi tak masuk akal

Niat di hati itulah bekal
Bagai nelayan di tengah lautan
Obat diberi tak masuk akal
Semisal ayan obatnya menyan

Bagai nelayan di tengah lautan
Nampak pelatuk sambar belanga
Semisal ayan obatnya menyan
Orang stoke disabur bunga.

Nampak pelatuk sambar belanga
Kancah berjungkit cendawan tumbuh
Orang stoke disabur bunga
Bagaimana penyakit nak sembuh


Kancah berjungkit cendawan tumbuh
Air yang bening di kayu raja
Bagaimana penyakit nak sembuh
Agar tak pening ke dokter saja.

Air yang bening di kayu raja
Batang para ditebang subuh
Agar tak pening ke dokter saja
Begitu cara kalau nak sembuh

Batang para ditebang subuh
Dengan rakit dibawanya
Begitu cara kalau nak sembuh
Tanya penyakit tanya obatnya

Berniat bukan makna terbelah
Dalam paya bertumpuk batu
Selebihnya serahkan kepada Allah
Sebab Dia maha penentu


Dalam paya bertumpuk batu
Anak dipilis pucuk kuini
Sebab Dia maha penentu
Termasuk menulis pantun ini

Anak dipilis pucuk kuini
Agar tak misai jemput semangat
Termasuk menulis pantun ini
Yang selesai sangatlah singkat

Agar tak misai jemput semangat
Dioles lama kanan dan kiri
Yang selesai sangatlah singkat
Waktunya cuma beberapa hari

Dioles lama kanan dan kiri
Biar yakin akan sembuhnya
Waktunya cuma beberapa hari
Tak mungkin bisa tanpa izinNya


Biar yakin akan sembuhnya
Alis dicukur sampai dahi
Tak mungkin bisa tanpa izinNya
Sembari bersyukur pada Ilahi

Alis dicukur sampai dahi
Cara santunnya malam Jum’at
Sembari bersyukur pada Ilahi
Semoga pantunnya bermanfaat.





PANTUN PEMBUKA ACARA

Melati kuntum tumbuh melata,
Sayang merbah di pohon cemara;
Assalamualaikum mulanya kata,
Saya sembah pembuka bicara.


Sayang kumbang mencari makan,
Terbang seiring di tepi kali;
Selamat datang kami ucapkan,
Moga diiring restu Ilahi.

SUKABUMI MASIH PEMIMPI

Kabut-kabut terpeleset
Di atas lantai lapang Merdeka

Bulan pun memandang sebelah mata
Di atas atap gedung Nugraha

Awan-awan bergulung menjerat mimpi-mimpi
Di pojok kaum masjid Agung yang kian sunyi

Sepi malam mengepung belingusan
Di setiap sudut kota Sukabumi yang kelelahan

Aku dan kamu masih tetap sama-sama pengantuk
Yang memimpikan perubahan dan kemajuan


Sukabumi 2008

JANGAN PILIH AKU

Aku rasa bukanlah dirimu
Yang menari di taman hatiku
Walau kau persembahkan bintang kejora
Ku tau itu hanya rayuan belaka

Tak usahlah kau berkeras hati
Memaksa hidup yang tak terpenuhi
Gapailah hati lain yang bersemi
Jangan aku yang telah memiliki


Bandung 2008

SECANGKIR TEH HANGAT BUAT TUHAN

Ku biarkan jiwaku mengalir
Perlahan melewati arus waktu, dalam
Detik demi detik menembus cakrawala. Hingga kealam baqa. Mungkinkah ?...
Ku kenali dunia itu hampa tanpa suara dan
Udara atau bahkan apa pun juga
Hanya ada kebisingan yang tak ku kenali
"Di manakah Kau Tuhan ?" bisik keraguanku
Seraya berpaling pada
Keimana yang terbungkam
Tiba-tiba ada suara laksana firman
Yang menggetarkan isi hatiku
"Tak usah kau mengikuti keraguanmu
Sampai kedunia kesesatan"
Tuhanmu tidak pergi jauh, Ia ada dalam hatimu, jiwamu, dan dalam pribadimu.
Sejenak ku berpikir mungkinkah
Tuhan itu aku ? Ah…menyesatkan.
"Benarkah ?". Bisik keraguanku seraya
Histeris dalam ekstase
"Wahai yang tujuan hidupku hanya pada-Mu
Aku telah pergi jauh sampai keneraka kesesatan
Hanya untuk mencari-Mu
Sampai-sampai perbekalanku habis. Lihatlah !!..
Yang tersisa hanya sepotong roti keimanan
Yang mungkin itu juga sudah basi.
Marilah ke sini, wahai luapan rinduku
Kita bernostalgia menghempaskan rasa rindu


Sambil menikmati sepotong roti dan
Secangkir teh hangat yang kubuat
Dari darah dan dedak-dedak ruhku yang
Mungkin terasa hambar oleh noda dan dosa. Tapi,
biarlah sembahyang dan
istigfar mungkin Akan jadi pelengkapnya".
Tuhan aku ingin bercerita pada-Mu
Jika Kau menganugrahiku umur yang panjang. Maka, aku akan menolaknya
Jika Kau menyediakan satu ruangan di surga
Untuk tempat istriahatku kelak.. Maka,
aku akan tetap menolaknya. Tapi,
jika Engkau memberi tau sesuatu yang
Belum aku ketahui dari-Mu
Maka, itulah tujuanku".

2008

BUKAN KARENA ITU

Ku tertarik bukan karena fisik
Ku suka bukan Karena payu dara
Ku doyan bukan karena kau rupawan
Tapi aku cinta karena kau yang ku puja

Ku melirik tidak karena kau cantik
Ku menoleh tidak karena kau saleh
Ku menghadap tidak akrena kau cakap
Tapi aku memandang karena kau membuatku tenang

Ku terpana bukan kerena kau jelita
Ku terlena bukan karena kau kaya
Ku terpesona bukan karena selera
Tapi ku tergila-gila karena kaulah yang ku cinta

TUHAN KAU BEGITU ASING

Tuhan kenapa kau begitu asing
Bagai sebuah nama yang pernah ku dengar. Tapi,
Tak ku kenal
Adakah semua Kau sembunyikan dariku
Lantaran aku seorang pendosa
Atau aku tak begitu baik mengenal-Mu
Sudahlah aku tak baik berburuk sangka
Engkau adalah Tuhanku sang pemilik raga ini
Hapuskanlah segala dosaku dan
Segera binasakanlah jarak yang memisahkan kita
Hingga satu hari nanti aku sempurna mengenal-Mu


Bandung 2008